JAKARTA (Pos
Kota)-Menteri Pertanian Suswono mengatakan, mulai Juni 2012 mendatang
eksportir sarang burung walet sudah bisa mengekspor langsung produknya ke China
tanpa harus melalui pihak ketiga.
“Kami
sudah menyepakati perjanjian bilateral dengan China agar ekspor sarang burung
walet dilakukan secara langsung tanpa melalui pihak ketiga. tanggal 24 April
2012 lalu,” katanya. Ada MoU Kementrian Pertanian RI dengan China tentang
standardisasi produk ekspor sarang burung walet.
Selama ini
China merupakan negara tujuan ekspor utama walet dari Indonesia. Akan tetapi,
selama 2 tahun lebih ekspor sarang burung walet dari Indonesia tidak bisa
langsung ke China, melainkan harus melalui pihak ketiga seperti Malaysia,
Singapura, Kanada, Amerika Serikat, dan Hongkong.
Kondisi itu
dipengaruhi oleh boikot yang dilakukan oleh China akibat merebaknya flu burung.
Sehingga, China mengkhawatirkan sarang burung walet yang diimpor dari Indonesia
tersuspect flu burung. Selain itu, boikot dilakukan lantaran kualitas sarang
burung walet dari Indonesia di bawah standar internasional.
Menteri
Pertanian RI, Suswono mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian sedang
menyelesaikan proses regulasi teknis ekspor sarang burung walet ke China.
Regulasi tersebut akan dibentuk supaya ekspor bisa transparan dan tidak ada
yang dirugikan, baik dari konsumen di China maupun produsen di Indonesia.
Dengan
disepakatinya ekspor sarang burung walet secara langsung dari Indonesia ke
China, maka menurut Suswono black market perdagangan sarang burung walet yang
selama ini dilakukan oleh eksportir bisa diminimalisir. Menurut dia,
diboikotnya ekspor sarang burung walet ke China berdampak pada merebaknya
ekspor melalui black market. Sehingga negara mengalami kerugian karena
ekspornya banyak yang tidak terdata dan negara tidak memperoleh devisa.
Di sisi lain
black market mengakibatkan harga sarang burung walet anjlok. Menurut Suswono
akibat larangan impor tersebut, harga pasar sarang burung walet jatuh level terendah.
Harga sedang dititk nadir, Rp 5 juta per kilo padahal harga normal Rp 37 juta
per kilo.
Setiap
tahunnya Indonesia mampu mengekspor sarang burung walet sebanyak 200 ton.
Padahal, potensi ekspor sarang burung walet di Indonesia mencapai 400 ton per
tahun yang nilainya sebesar Rp7,4 triliun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar